Search
Close this search box.

Puisi Fauzan Ramadhan

Tentu pada Kau tentu ada langit dan cenderamatanyadi sekeliling sore dan harum mentariyang tenggelam diguyur waktulangit-langit tampak ungu-kelabu maka telah kubayangkan jika kaupergi dari kota ini; aku akansepenuhnya berpuisi tentu menjadi teduh mata langitdi hadapanmu, menciprati cahaya-cahayajingga disepoi-sepoi anginke sela-sela keanggunanmu maka telah kubayangkan jika kauentah ke mana menjadi kelana;aku akan sepenuhnya berbahasatentang cakrawala Mei, […]

Hantu dari Laut

Ibra, kata orang-orang kampung, kamu telah menjelma jadi hantu. Mereka bilang, belakangan ini, ketika sudah lewat tengah malam, mereka mendengar suara langkah kaki berkelebat. Namun, ketika ditengok, tak ada apa-apa. Aku sendiri belum pernah sekali pun mendengarnya. Kata mereka, bunyinya tak hanya dua kaki, tetapi seperti gerombolan. Suara hantu itu muncul setelah peristiwa raibnya pemuda-pemuda […]