Category Archive : Sastra

Perbincangan tentang Obyek yang Bersuara: Ulasan atas Tiga Monolog

Monolog sedari awal sudah menawarkan paradoks karena bagaimanapun monolog itu sendiri merupakan dialog. Kita tahu bahwa ketika seseorang berbicara, dia pasti berbicara kepada orang lain. Berbicara sudah terlanjur menjadi tindakan manusia yang tercipta dalam kebersamaan, yang mempersyaratkan kehadiran orang lain, sebuah tindakan di dalam dan melalui komunitas atau masyarakat. Karena itu, tidak mungkin kita memahami monolog secara harfiah sebagai “berbicara sendiri”, yaitu berbicara tanpa kehadiran orang lain, tanpa membayangkan orang lain. Ringkasnya, tidak mungkin ada purifikasi atau pemurnian suara sendiri. Suara seseorang selalu berada dalam lingkungan pertemuan dengan suara-suara pihak lain. Dengan kata lain, pada dasarnya tidak ada monolog dalam pengertian murni dan harfiah. Karena itu, menurut hemat saya, kita perlu meletakkan pengertian monolog sebagai sebuah teknik semata di dalam dialog, sebuah modus percakapan, cara khusus untuk mengajak berbincang. Dan, teknik monolog itu muncul justru ketika dialog yang konvensional sudah penuh dengan pembungkaman atas suara yang lain. Dalam pengertian inilah saya hendak membahas tiga monolog yang dipentaskan di Atelir Ceremai pada tanggal 20 Desember 2019 yang lalu.

Read More

BAKAR #6: Diskusi Buku dan Musik Puisi Bersama Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes

Atelir Ceremai menyambut baik kedatangan di Jakarta dan hajat Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes yang ingin berbagi lewat karya mereka yang terbaru. Lewat kurator Sastra Atelir Ceremai, acara ini menjadi program BAKAR #6. Kolaborasi ini sangat disambut baik oleh kedua penulis tersebut yang sebelumnya menulis buku secara bersama-sama. Diskusi santai mengenai buku baru mereka yang berjudul Selamat Datang, Bulan yang ditulis oleh Theoresia Rumthe dan Bahaya-bahaya yang Indah oleh Weslly Johannes disambut baik oleh para penggemar mereka.

Read More

Diskusi buku Keping-keping Kota Karya Udji Kayang

Malam Minggu memang jeda waktu yang tepat untuk melegakan segala beban di pundak dan kening yang terus-terus mengkerut. Nongkrong dengan segelas teh atau kopi sambil ngobrol-ngobrol menjadi rutinitas yang dicari-cari. Begitu juga setiap ateliran yang datang, sebelum memasuki hari Senin yang ribut, merasakan kopi paste ala Atelir Ceremai sambil mendengarkan diskusi ringan sepertinya menjadi pilihan. Tanggal 16 November 2019, Atelir Ceremai kembali mencatat pertemuan pembaca dan penulis dalam acara Diskusi Buku Keping-keping Kota. Buku kumpulan esai yang diterbitkan Basabasi ini ditulis oleh Udji Kayang. Lalu diulas oleh Array, lelaki dengan logat Sunda yang kental.

Read More

Bakar #5: Ngobrolin Apa-apa Siapa-siapa dan Begini Begitunya Bertarung Dalam Sarung Karya Alfian Dippahatang

Dewan Kurator Sastra, M. Putera Sukindar, yang digadang-gadang kembaran pemeran Minke dalam film Bumi Manusia ini begitu gencar menyebarkan virus-virus literasi. Terbukti hal itu dari program Bakar (Bahas Karya) yang sudah kelima kalinya dilangsungkan. Atelir Ceremai ikut serta meramaikan karya-karya sastra yang masuk dalam Kusala Sastra Khatulistiwa 2018-2019. Alfian Dippahatang dengan karyanya yang berjudul Bertarung dalam Sarung merupakan salah satu yang masuk dalam daftar panjang KSK 2018-2019. Kebetulan Alfian juga akan melakukan residensi ke Prancis. Saat ia singgah sebentar di Jakarta, jadi Putera mengambil kesempatan untuk membahas karyanya.

Read More

Bakar #4: Ngomongin Apa-apa Siapa-siapa Kenapa-begitu Balada Supri

Dewan Kesenian Jakarta melihat kreativitas generasi ke generasi dalam bidang sastra, khususnya novel terus berkembang. Secara serius, DKJ pada skala yang telah ditentukan, selalu mengadakan sayembara penulisan novel. Sayembara yang telah lama diadakan ini menjadi ajang atau batu lompatan bagi penulis-penulis muda untuk memperkenalkan karyanya. Ajang ini berkualitas dengan sistim yang dibuat dan juri yang tidak perlu diragukan lagi kiprahnya di dunia sastra. Pada tahun 2018, DKJ mengadakan sayembara penulisan novel yang diikuti oleh 245 naskah yang telah lolos seleksi administrasi. Dan di akhir tahun 2018, DKJ mengumumkan tiga naskah pemenang. Orang-orang Oetimu karya Felix K. Nesi menjadi pemenang pertama, Anak Gembala yang Tertidur Panjang di Akhir Zaman karya Ahmad Mustafa sebagai pemenang kedua, dan Balada Supri karya Mochamad Nasrullah sebagai pemenang ketiga.

Read More

Bakar #3: Ngobrolin Apa-apa Siapa-siapa dan Begini Begitu Sepak bola

Bulan Oktober yang tidak begitu spesial-spesial amat bagi mereka yang masih jomblo, di hari Minggu yang begitu-begitu saja. Tapi Atelir Ceremai sedang spesial dan tidak begitu-begitu saja. Selalu saja ada kegiatan. Selalu saja ada ruang proses apresiasi dan transfer kreatif yang semakin padat.  Sifat yang terbuka ini, mendatangkan banyak kebahagiaan dan uang bukan jadi patokan.

Suasana jalan tak begitu ramai betul. Simpang tiga Atelir Ceremai masih dilalui angkot biru yang ugal-ugalan. Bocah dengan baju yang kebesaran dan kulit berias coklat mengatur lalu lintas, cita-cita menjadi polisi yang belum kesampaian atau berlagak tidak perlu seragam-seragam amat untuk mengatur jalan.

Ladenis yang bertugas hari itu, menyapu dan mengepel lantai marmer putih Atelir Ceremai sambil memandang ke luar dari kaca. Bangku-bangku sudah di susun rapi menjelang acara. Dua kursi pembicara dan satu kursi moderator sudah tertata, satu meja di depan pembicara masih kosong.

Read More

BAKAR #2 Panji Koming Nyingkap Denmas: Representatif Budaya Jawa dalam Perilaku Elite Politik semasa Pemilu 2014

Bahas Karya edisi kedua yang diusung oleh tim Dewan Kurator Sastra yang dikepalai oleh M. Putera Sukindar, lelaki berkulit putih dengan wajah mengalahkan aktor utama Dilan dan Bumi Manusia yang menjadi idaman para hawa milenial itu membahas buku Panji Koming Nyingkap Denmas:Representatif Budaya Jawa dalam Perilaku Elite Politik semasa Pemilu 2014 yang ditulis oleh Bagus Prasetiyo.

Menemani sebagai moderator, Sentyaki Satya Putra atau yang sudah kebiasaan dipanggil Asenk dengan gelar komikusnya, membawa obrolan menjadi santai dan panjang, Minggu malam, 29 September 2019 terasa sedap. Sedap bagi para jomlo karena pakansinya tidak diisi dengan galau-galauan, sedap bagi diri yang memiliki alternatif agenda lain karena pertemuan dengan gadis tak kunjung jadi. Membahas tentang komik.

Read More

Sore-sore Ngobrolin Cergam Medan

Sore Rabu. Terik tak lagi sepanas seperti sebelumnya. Satu per satu pengunjung datang. kursi sudah disusun berbaris-baris menghadap dua kursi. Memang dua kursi itu diisi oleh pemantik dan pembicara beberapa menit sudah. Sambil menunggu kursi yang lain terisi, pemantik dan pembicara terus ngobrol berdua. Sampai-sampai orang yang baru datang mengira bahwa diskusi sudah mulai sedari tadi.

Memang, sore Rabu, 18 September 2019, dewan kurator sastra Atelir Ceremai bikin acara lagi yang kali ini membicarakan Cergam Medan. Irsyad Ridho, dosen kesayangan para mahasiswa dan katanya keren itu, dengan suara beratnya menjadi pemantik. Lalu, lawan bicaranya kali ini pecinta dan kolektor cergam. Bisik-bisik tetangga, Henry Ismono juga yang menuliskan biografi mendiang Hasmi, kreator Gundala Putera Petir yang saat ini sedang diomongin banyak orang.

Read More

BAKAR #1 : Raymond Carver Terkubur Mi Instan di Iowa

Bakar merupakan singkatan dari bahas karya, yaitu program dari dewan kurator sastra yang dikepalai oleh M. Putera Sukindar. Ngobrol santai di Atelir Ceremai pada Selasa malam 17 September 2019 membahas Novelet Faisal Oddang Raymond Carver Terkubur Mi Instan di Iowa dalam suasana yang tidak serius-serius amat, tegang-tegang amat, atau sampai tonjok-tonjokkan.

Wanita tercantik satu-satunya di antara semua laki-laki yang hadir, Khurin Dini sebagai pemantik diskusi mengungkapkan Oddang menulis dengan penuh humor yang gelap.

“Beberapa kali saya sempat dibuat menyeringai. Seperti saat tokoh yang sedang menulis novel kemudian merancap dengan tulisan yang ia buat sendiri. Lelucon yang sepertinya ‘deket ngga deket’”

Read More