Category Archive : Rupa

RAGAM #3: Memodifikasi Gedung DPR

            Nampaknya seluruh wilayah di Indonesia menolak keras dengan revisi RUU yang dinilai kontroversial itu rencananya akan disahkan oleh DPR tersebut. Para mahasiswa seluruh Indonesia mengecam tindakan ini dan melakukan aksi di Senayan. Media sosial penuh dengan foto, video, dan tulisan yang menggambarkan betapa negara ini sedang mengalami sakit yang amat parah serta akal sehat yang kacau. Menghujat adalah gaya tutur yang sudah kepalang ramai berseliweran di media. Kantor DPR menjadi sasaran oleh ribuan mahasiswa dari kampus-kampus yang berada di Jakarta dan sekitar untuk menyampaikan aspirasi mereka. Aspirasi masyarakat yang diwakili oleh para mahasiswa yang turun ke jalan mendapat tindakan yang tidak menyenangkan oleh aparat kepolisian. Orang yang tidak setuju dengan RUU yang terbilang terlalu berlebihan hingga masuk ke ranah privasi itu masing-masing mengambil peran.

Read More

RAGAM #2: Iwan Simatupang dan Puisinya

Kedua kalinya, tim kurator Rupa yang dikepalai oleh Nabila Yusufa alias Pacil kembali melakukan program rutin dewan kurator Rupa, Rabu Gambar. Dengan tema yang berbeda kali ini, sehabis Magrib Pacil kembali menodong para ateliran untuk menggambar lewat media yang masih sama, HVS putih polos.

Dengan gaya rambutnya yang khas, sedikit dengan penjelasan dan arahan, Pacil berhasil mengajak orang-orang menggambar Iwan Simatung. Maksudnya, menggambar puisi Iwan Simatupang yang berjudul Ballade Kucing dan Otolet.

Read More

RAGAM #1: Bebas

Pacil, wanita cantik dan molek datang ke Atelir membawa lembaran HVS dengan spidol diameter kecil warna-warni. Orang-orang mengira dia sedang ditugaskan oleh dosen untuk menggambar sesuatu. Tetapi yang ada, ia menodong setiap orang yang ada di Atelir—baik yang dikenal maupun tidak—dengan kertas selembar dan satu buah spidol warna.

“Bebas mau gambar apa aja.” Dengan muka datar Pacil terus berjalan ke orang lain yang berada di dekatnya.

Read More